Arsip untuk November 22, 2008

Grup Band Malaysia Terpikat Lagu Peterpan

JAKARTA, KCM – Ketenaran hits lagu Mungkin Nanti milik kelompok band Peterpan tak diragukan lagi di Malaysia. Tak heran kelompok SingleTrackMind asal negeri itu tertarik dan menjadikannya bagian dari lagu di album kedua mereka, [Hey.] yang dirilis Maret lalu.

Alex Wong, vokalis yang juga komposer kelompok tersebut, meramunya dengan warna yang sedikit berbeda. Tempo yang rada cepat dengan warna musik rock. Mungkin Nanti disajikan dalam bahasa Inggris dengan judul One Day.
“Awalnya saya tak paham kalau itu lagu milik Peterpan. Saya pun tak tahu siapa Ariel (vokalis Peterpan-Red). Saya sering kali dengar lagu itu, terus saya coba menyanyikannya dengan tempo yang cepat ternyata asyik juga. Akhirnya saya buat lagunya untuk album kami,” begitu kata Alex di sela penampilannya di Hard Rock Cafe, Jakarta, Selasa malam.

Tak dipungkiri, hadirnya lagu milik Peterpan di album mereka rupanya cukup membantu mereka menyapa publik Indonesia. Di ajang A Mild Soundrenaline Sound of Change di Surabaya dan Bali, di mana mereka jadi band tamu-nya, publik di sana langsung menyambutnya hangat.

Di negerinya sendiri, SingleTrackMind (STM) yang juga digawangi Aimi (gitar), Lucan (bas), Amir (gitar), Kurdin (keyboard, Hasmi (drum) sempat mencuri perhatian saat album perdana mereka, No Reason, berhasil mengantongi tiga penghargaan di ajang Anugerah Muzik Awards (AIM) 2004. Ketiganya masing-masing untuk Best New Local English Artist, Best Engineered Album dan Best Video.

Tak disangkal, Alex lah yang menjadi motor bagi grup band ini. Di album pertamanya, seluruh lagunya ia ciptakan sendiri. “Semua bercerita tentang apa yang saya rasakan sendiri,” ujarnya.

Hal yang sama pula ia lakukan untuk album keduanya kali ini. Dari sepuluh lagu yang ada, tujuh lagu ia ciptakan sendiri.

Seventeen, salah satu lagu yang ia dedikasikan buat seorang anak, salah satu sahabatnya yang meninggal karena jantung, berhasil merajai tangga lagu musik di Malaysia.

Tak hanya itu, Bleed, lagu yang ditulisnya pada Juli 2004, ia dedikasikan buat mereka yang telah menjadi korban Tsunami yang menyampu kawasan Asia beberapa waktu lalu. “Ini bercerita tentang sebuah harapan yang pecah akibat sebuah tragedi. Saya ciptakan empat bulan sebelum terjadinya tsunami,” terangnya.

[Hey.] memuat sepuluh lagu dalam bahasa Inggris. Pengaruh musik U2, Pink Floyd, Led Zeppelin hingga Collective Soul, diakui Alex memberi warna pada musik kelompoknya. Tak ada lagu dengar irama mendau6dayu seperti yang kerap hadir pada kelompok band Malaysia, yang pernah mampir di ranah musik Indonesia. Setidaknya, STM bisa membuktikan itu.

Barangkali inilah yang menjadi alasan kuat, hingga dua album yang dihadirkan dalam albumnya kali ini, Still The Same dan Light Fades cukup memikat produser rumah produksi Hollywood meminangnya untuk dijadikan soundtrack film The 3rd Doorway yang dibintangi aktor serial televisi CSI Vegas, Gary Dourdan.

“Saya juga akan senang jika kami bisa manggung bareng Peterpan suatu saat nanti,” ujar Alex menutup pembicaraan. (EH)


Komentar bertahan »

Peterpan, Band Paling Dicari

BERMULA dari album kompilasi, Peterpan langsung menjadi band paling dicari. Album perdananya pun laris setengah juta kopi. Sekarang, sebuah rekor pun mereka kantongi!

Kenal dong sama Peterpan?

Yap! Jagoan berbaju hijau ala Robin Hood ini memang populer banget. Maklum, selain masih muda, cakep, dan jago berkelahi, cowok yang berdiam di negeri antah-berantah ini juga bisa terbang. Keahlian yang selalu kita impi-impikan karena enggak mungkin dimiliki sama manusia biasa kayak kita-kita.

Tapi, jagoan sekelas Peterpan itu cuma ada dalam dongeng. Di alam nyata, enggak ada tuh seorang jagoan yang bisa sekomplet dia.

Tapi, jangan sedih dulu teman. Meski enggak persis sama dengan Peterpan di dalam dongeng, kita di Indonesia juga punya kumpulan jagoan yang sekelas dengan cowok asal negeri antah-berantah itu.

Kalau enggak percaya, mending langsung aja kita lihat daftar kehebatannya!

Waktu baru nongol, enam jagoan ini langsung menjadi pusat perhatian. Modalnya cuma sebuah singel berjudul Mimpi yang Sempurna. Singel yang bikin album kompilasi 2002 Malam yang memuat singel itu laku sampai ratusan ribu kopi.

Pas dapet kesempatan maju sendirian, mereka langsung bikin sensasi. Bermodalkan singel-singel paten kayak Sahabat, Topeng, serta Aku dan Bintang, album solo perdananya laku setengah juta kopi. Sebuah prestasi gemilang di tengah industri musik yang lagi lesu kayak sekarang.

Kebetulan, nama jagoan kita ini juga Peterpan. Sebuah band asal Bandung yang dianugerahi “kekuatan” untuk menaklukkan industri musik di Tanah Air. “Kekuatan” yang kalau bisa dipergunakan dengan benar, mampu membuat mereka “terbang” dan melayang sejajar dengan band-band papan atas Indonesia layaknya Sheila On 7, Gigi, Padi, dan Dewa.

Mimpi

Percaya enggak kalau kisah sukses Peterpan berawal dari mimpi? Adalah Andika Naliputra Wirahardja, seorang keyboardis asal Bandung, yang memulai impian itu.

Dibesarkan dalam keluarga pencinta musik, Andika, begitu ia biasa dipanggil, bermimpi untuk punya sebuah band yang solid. Band yang mampu menghasilkan puluhan, bahkan ratusan hit, seperti The Beatles, band kesayangannya sejak kecil.

Untuk mewujudkan impiannya itu, cowok yang tongkrongannya mirip-mirip Iszur “P Project” ini sudah rajin berlatih piano dan keyboard sejak SD. Puncaknya, saat demam New Kids On The Block (NKOTB) melanda dunia. Sulung dari tiga bersaudara ini menjadi makin yakin kalau ngeband adalah jalan hidupnya.

“Gara-gara NKOTB, aku jadi makin rajin berlatih keyboard. Niat ngeband pun menjadi makin kuat. Pokoknya, aku harus ngeband!” kenang cowok kelahiran Bandung, 27 November 1980, ini antusias.

Pas masuk SMPN 2 Bandung, Andika mulai coba-coba mewujudkan impiannya. Awalnya, ia ngebikin band yang mainin lagu-lagunya The Beatles dan dikasih nama Beat Jr. Sempet bertahan lima tahun, akhirnya band ini bubar jalan.

Peristiwa ini enggak sampai membuat Andika stres. Ia malah mencoba untuk ngebikin band baru. Awalnya, ia ngomporin temen-temennya buat ngebentuk Stupid Cupid band. Cuma bertahan tiga bulan, band ini langsung bubar dan Andika pun kembali menjadi anak band pengangguran.

Enggak tahan nganggur dari band, Andika pun mulai mencari-cari teman baru yang bisa diajakin ngebentuk band. Kebetulan, ia berkenalan dengan seorang adik kelasnya yang bernama Mohammad Kausar Hikmat alias Uki, yang gape main gitar. Ngerasa satu visi, dua orang ini sepakat buat ngebentuk sebuah band.

Dari Uki, Andika berkenalan dengan Nazril Irham, bekas vokalis bandnya Uki yang sering nyanyiin lagu-lagu Nirvana. Ternyata, Andika ngerasa cocok dengan warna vokal cowok yang punya panggilan akrab Ariel itu. Langsung deh dia ngajakin Ariel buat gabung sama band barunya.

Buat ngelengkapin formasi, Andika ngajakin Hendra S alias Indra, temen rumahnya, buat jadi basis. Ditambah seorang drummer yang juga temen rumahnya Uki, Andika cs sepakat untuk menamakan band barunya Topi (cupu banget ya?).

Sempet jalan lumayan lama, akhirnya band ini goyang juga. Ada beberapa personel yang tiba-tiba “kabur” tanpa berita dari formasi band. Maklum, masih muda-muda. Masih belum yakin bisa beneran jadi anak band.

Gara-gara insiden ini, akhirnya Topi vakum. Melas, tapi bawa berkah. Soalnya, di masa vakum ini, Andika, Ariel, Uki, dan Indra berkenalan dengan Loekman Hakim (gitar) dan Ilsyah Ryan Reza (drum), dua orang yang akhirnya digamit masuk ke dalam formasi band.

Berburu manajer

Sadar nama Topi enggak komersial, akhirnya Ariel cs sepakat mengubah nama menjadi Peterpan, per bulan September 2000. Sebuah nama yang mereka dapatkan dari proses perenungan yang panjang.

“Peter itu diambil dari singkatan kata pengen terbang. Karena mikir kata Peter Band terdengar garing, kami mutusin buat ngusung nama Peterpan. Biar keren dan makin sering dilirik,” terang Ariel, lugas.

Punya nama keren enggak bikin perjalanan mereka langsung mulus. Buktinya, mereka masih harus bekerja keras untuk menggapai impian mereka selanjutnya: manggung di kafe.

Buat ngakalin sistem manajemen, Andika sempat jadi personel merangkap manajer. Tapi, tetep enggak berhasil. Selain kerjanya jadi enggak konsen, temen-temennya enggak sepenuh hati nurut sama dia.

Untung, di tengah jalan muncul jalan keluar. Andika teringat sama Budi Soeratman, manajer band adiknya. Sempet ngeliat cara kerja si Abang (panggilan akrab Budi-Red), akhirnya Andika yakin mempromosikan cowok gempal itu sebagai manajer Peterpan. Sebuah niatan yang didukung penuh sama seluruh personel yang lain.

Langsung deh Andika mendatangi Budi dan memintanya jadi manajer Peterpan. “Kebetulan saat itu kami dapet job manggung di sebuah kafe. Buat meyakinkan Abang, kami bertekad tampil habis-habisan. Seluruh kemampuan yang kami punya langsung dikerahkan,” ujar Reza penuh semangat.

Hasilnya? Budi langsung trenyuh dan setuju jadi manajer buat band itu.

Rekaman

Resmi jadi manajer, Budi langsung menyiapkan sebuah program kerja yang tertata rapi. Sebagai awal, ia meminta personel Peterpan untuk memperbaiki penampilannya.

Dengan imej baru yang lebih rapi, Peterpan jadi sering dapet job manggung. Mereka bahkan berhasil mendapatkan job impiannya: jadi homeband di Kafe O’Hara, yang lumayan terkemuka di Bandung. Wajar kalau makin banyak yang kenal dan ngefans sama band yang rajin ngebawain lagu-lagunya Creed itu.

Suatu hari, pas lagi manggung di Kafe Sapu Lidi, penampilan mereka terlihat oleh Noey, mantan bassis Java Jive yang belakangan aktif jadi produser. Noey langsung tertarik dan meminta mereka mengirimkan demo.

Belakangan, demo yang mereka kirim ke Noey jadi tiket terusan buat menembus industri rekaman. Noey, yang saat itu lagi memproduksi album kompilasi 2002 Malam bareng Capung, dan Icom langsung memasukkan nama mereka sebagai salah satu band pengisi track. Kebetulan, lagu yang mereka bawakan di album itu adalah Mimpi yang Sempurna.

Dasar hoki, lagu itu kepilih jadi singel jagoan di album kompilasi itu. Dan, berkat lagu itu, album kompilasi 2002 Malam terjual hingga 350.000 kopi. Wajar, akhirnya Musica Studio’s tertarik buat ngebikinin Peterpan sebuah album.

Rekor

Bulan Juni 2003 album perdana Peterpan dilepas ke pasaran. Mengandalkan lagu Sahabat dan Topeng, album itu diharapkan meledak di pasaran.

Ternyata, harapan itu menjadi kenyataan. Taman Langit terjual 500.000 kopi lebih dalam setahun. Rekor fantastis yang membawa Peterpan menjadi idola baru.

Selain jualan albumnya banyak, Ariel cs juga jadi kebanjiran job. Nyaris tiap pekan mereka diundang manggung. Bukan cuma di Pulau Jawa, bahkan sampai ke Sulawesi, pulau kelahiran Reza, sang drummer.

Prestasi luar biasa ini ternyata membuka jalan bagi Peterpan untuk menghasilkan sebuah prestasi yang lebih luar biasa. Musica Studio’s, label yang menaungi mereka, setuju untuk mendukung Peterpan menjadi satu-satunya band yang pernah menggelar konser di enam kota dalam waktu 24 jam.

Minggu (18/7) lalu tepat pukul 02.00, Peterpan pun berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Medan, Padang, Pekan Baru, Lampung, Semarang, dan Surabaya untuk memecahkan rekor.

Ajaibnya, mereka berhasil! Sebagai tanda keberhasilan mereka, Museum Rekor Indonesia (Muri) menganugerahi sertifikat khusus, sekelarnya Ariel cs menggelar konser di Surabaya, pukul 24.00. Sebuah sertifikat yang bakal selalu dikenang seumur hidup mereka.

Selain mencatatkan rekor di Muri, rupanya Peterpan punya misi khusus dalam pencatatan rekor gila-gilaan ini. “Kami berharap nama kami bisa lebih dikenal lagi. Soalnya, sebentar lagi album kedua kami bakalan dirilis. Mudah-mudahan pemecahan rekor ini bisa menjadi pembuka jalan bagi album terbaru kami, Bintang di Surga,” kata Ariel selepas konser.

Kalau melihat kerasnya usaha Peterpan mempromosikan album barunya, kayaknya sih pintu menuju popularitas makin terbuka lebar. Sekarang, tinggal sejeli apa mereka bisa memanfaatkan situasi yang ada.

Maju terus Peterpan! Buktikan kalau kalian memang sebuah band yang layak dijuluki pemecah rekor!

JUNIOR RESPATI Tim MUDA

Komentar bertahan »

Sejarah Peterpan

Group Band Peterpan terbentuk berawal dari pertemuan Uki dan Ariel yang pernah satu kelas di SMPN 14 Bandung. Tadinya mereka nggak saling kenal. Bahkan keduanya nyaris adu jotos. Maklum Ariel sebagai anak baru udah bikin Uki kesel. Soalnya Ariel kalau ke sekolah suka bawa gitar segala. Udah gitu ikut-ikutan bisa menggambar pula sama seperti Uki.

Dari sinilah, mereka mulai meengasah kemampuannya dalam bermusik. Bersama gank-nya Uki, Ariel akhirnya jadi teman baik plus patner nge-jamnya. Puncaknya, mereka tergabung dalm band yang menamakan dirinya Papermint. Sayang, band yang diharapkan bisa bicara banyak ini malah kandas di tengah jalan. Keduanya pun sepakat untuk jalan sendiri-sendiri.

Cerita berlanjut ketika band kesayangan Andika, Beat Jr (biasa membawakan lagu-lagu The Beatles) dan Stupid Cupid (biasa membawakan musik-musik beraliran Britpop), terpaksa bubar. Andika yang waktu itu cinta mati sama band membentuk sebuah band lagi. Uki yang jago main gitar sejak kenal Ariel dirangkulnya. Karena kekurangan personil Uki najak sohibnya di SMP, ariel. Sementara gara-gara dikenalin temen tetangganya Andika, doi pun ngajak gabung Indra dan Ari. Tahun 1997, band ini pun resmi terbentuk dengan nama Topi. Anggotanya terdiri dari Ariel (vocal/gitar), Andika (vocal/keyboard), Uki (gitar), Indra (bas), dan arie (drum).

Tadinya, formasi bakalan solid. Maklum awalnya semua personil rajin untuk latihan. Sayang, gara-gara ada personil yang nggak serius, band ini terpaksa bubar. Semua personil membuat band sendiri-sendiri. Memang dasar jodoh, Andika pun memanggil semua personil kembali.

Lagi-lagi sial. Saat hati sudah sreg, Arie cabut karena alasan pribadi. Reza dan Loekman yang pernah main bareng dengan indra dan kakaknya, digandengnya.

Karena udah ganti personil baru, maka namanya diganti menjadi Peterpan. Arti nama Peterpan simpel banget, band ini ingin terbang seperti cerita dongeng Peterpan.

Saat band udah solid, latihan pun sudah sering. Tinggal niat awal yang belum kesampaian, yakni tampil di kafe-kafe Bandung. Memang sih, band ini sempat manggung di kafe, tapi tidak terlalu sering.

Mereka maunya job terus mengalir, minimal menjadi home band salah satu kafe. Soalnya udah kepalang tanggung, mereka sudah banyak mengorbankan sekolahnya.

Pada saat itu job manggung mereka cari sendiri. Makanya, mereka berpikir butuh manajer khusus yang bisa mencarikan job. Andika ingat kalau band adiknya punya manajer. Mereka merangkul cowok yang punya nama Budi Soeratman ini. Tawar menawar pun terjadi antara para personil Peterpan dan Budi. Cowok yang akrab dipanggil Abang ini nggak ngerti musik yang dianut anak-anak Peterpan. Mungkin Abang nggak yakin.

Komentar (5) »