Joshua Suherman
Tribun Timur – JIKA mendengar lagu Diobok-obok yang pernah tenar beberapa tahun lalu, Anda pasti
langsung terbayang dengan sosok penyanyi cilik Joshua yang di video klipnya kerap tampil imut dan menggemaskan.
Tapi Anda tak akan lagi bisa menemukan sosok Joshua kecil di lagunya yang baru yang berjudul
O Box part 2 yang merupakan versi Diobok-obok untuk remaja. Di video klipnya, yang muncul adalah sosok Joshua Suherman yang sudah beranjak remaja. Ini wajar, karena penyanyi yang dulu kerap tampil bareng dengan Tukul Arwana itu, kini telah berusia 16 tahun. Di usianya yang sudah remaja itu Joshua membentuk sebuah band dengan nama Join Side yang musiknya mengusung aliran rock.
Sayangnya, meski kiprahnya sudah berbeda, masih banyak saja orang yang menyebut Joshua sebagai penyanyi anak-anak. “Agak risih dan kesal juga karena masih dianggap anak kecil. Tapi mau bagaimana lagi karena imej Joshua itu dulu adalah penyanyi anak-anak,” ujar Joshua sembari tersenyum.
Untuk membentuk imej baru sebagai penyanyi remaja, Joshua kini banyak mengubah penampilan. Mulai dari cara dandan yang sudah ala ABG, sampai gaya rambut dan gaya bicaranya.
Joshua yakin, cara itu secara perlahan akan mengubah persepsi publik tentang dirinya yang bukan penyanyi kanak-kanak lagi.
“Ya harus sabar, karena memang nggak gampang merubah mindset seseorang,” ujarnya.
Di luar karir bermusiknya, Joshua juga berancang-acnagng untuk main di film layar lebar.
Saat dia kecil dulu, Joshua pernah berakting di film Joshua oh Joshua yang dirilis di 2001 dan film Petualangan 100 jam yang dirilis tiga tahun kemudian.
“Kangen banget bisa main film lagi, kangen dengan suasananya terlebih saat melihat film kita diputar. Dengan melihat orang berbondong-bondong menonton film kita rasanya senang,” ujar penyanyi yang mengaku masih men-jomblo ini.


