Tulisan yang mempunyai pengait kata peterpan band

Masuk Museum

PETERPAN DIABADIKAN DI MUSEUM NASIONAL

Kapanlagi.com – Sebagai bentuk apresiasi terhadap grup band Peterpan yang berhasil melahirkan empat album, satu album greatest, 30 lagu hits dan lebih dari lima juta kopi albumnya terjual di pasaran, Musica Studio mempersembahkan satu replika patung grup band ini. Patung itu Rabu (3/12) sore tadi dipajang di Museum Nasional.

Acin, Eksekutif Produser Musica Studio, ketika diwawancarai seputar persembahan ini menyatakan Peterpan sangat layak untuk diabadikan karena telah menorehkan banyak prestasi. Selain itu, Peterpan juga berhasil menjadi inspirasi bagi banyak grup band-grup band baru yang bermunculan belakangan ini.

“Peterpan adalah grup band besar di Indonesia dan banyak band-band yang terpengaruh oleh Peterpan. Makanya kita buatkan replikanya,” kata Acin.

Namun, patung yang dibuat itu masih terdiri dari enam orang atau dalam formasi lengkap sebelum dua dari mereka hengkang dan mendirikan band baru, The Titans.

“Karena Peterpan terdiri dari enam orang pertamanya, makanya kita putuskan buat berenam, apalagi merka juga mencetak sejarah,” jelas Acin.

Lalu di mana dua mantan personelnya itu? Mengapa mereka tak tampak di acara peresmian patung Peterpan di dalam Museum Monumen Nasional. Apa karena mereka tak diundang atau nggak mau datang? Acin cepat memberi penjelasan bahwa mereka berdua tak datang karena masih ada acara lain. (kpl/ang/rif

)

Komentar (1) »

Mejeng di Museum, Peterpan Kembali Berenam

Rachman Haryanto

peterpan

Jakarta – Personel Peterpan mejeng di Museum Nasional, Jakarta. Tak hanya berempat, Peterpan hadir lengkap dengan mantan personel mereka, Andika dan Indra.

Ariel, Reza, Loekman dan Uki memajang benda-benda bersejarah selama perjalanan karir Peterpan. Enam buah replika personel

Peterpan pun disumbangkan untuk dipajang di komersial room, Museum Nasional. Mengapa masih ada Andika dan Indra padahal

keduanya telah tercatat sebagai personel The Titans?

“Walau bagaimanapun juga Andika

dan Indra yang mencatat sejarah lahirnya Peterpan,” ujar Ariel sang vokalis ditemui di Museum Nasional, Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2008).

Menurut Peterpan, replika tersebut dipajang di sana untuk menambah minat pengunjung ke museum. Apakah Peterpan merasa pantas disamakan dengan pahlawan?

“Bukan disamakan sama sejarah atau pahlawan. Yang beri gelar atau bukan itu masyarakat,” jelas Ariel.
(yla/yla)

Komentar (1) »

Grup Band Malaysia Terpikat Lagu Peterpan

JAKARTA, KCM – Ketenaran hits lagu Mungkin Nanti milik kelompok band Peterpan tak diragukan lagi di Malaysia. Tak heran kelompok SingleTrackMind asal negeri itu tertarik dan menjadikannya bagian dari lagu di album kedua mereka, [Hey.] yang dirilis Maret lalu.

Alex Wong, vokalis yang juga komposer kelompok tersebut, meramunya dengan warna yang sedikit berbeda. Tempo yang rada cepat dengan warna musik rock. Mungkin Nanti disajikan dalam bahasa Inggris dengan judul One Day.
“Awalnya saya tak paham kalau itu lagu milik Peterpan. Saya pun tak tahu siapa Ariel (vokalis Peterpan-Red). Saya sering kali dengar lagu itu, terus saya coba menyanyikannya dengan tempo yang cepat ternyata asyik juga. Akhirnya saya buat lagunya untuk album kami,” begitu kata Alex di sela penampilannya di Hard Rock Cafe, Jakarta, Selasa malam.

Tak dipungkiri, hadirnya lagu milik Peterpan di album mereka rupanya cukup membantu mereka menyapa publik Indonesia. Di ajang A Mild Soundrenaline Sound of Change di Surabaya dan Bali, di mana mereka jadi band tamu-nya, publik di sana langsung menyambutnya hangat.

Di negerinya sendiri, SingleTrackMind (STM) yang juga digawangi Aimi (gitar), Lucan (bas), Amir (gitar), Kurdin (keyboard, Hasmi (drum) sempat mencuri perhatian saat album perdana mereka, No Reason, berhasil mengantongi tiga penghargaan di ajang Anugerah Muzik Awards (AIM) 2004. Ketiganya masing-masing untuk Best New Local English Artist, Best Engineered Album dan Best Video.

Tak disangkal, Alex lah yang menjadi motor bagi grup band ini. Di album pertamanya, seluruh lagunya ia ciptakan sendiri. “Semua bercerita tentang apa yang saya rasakan sendiri,” ujarnya.

Hal yang sama pula ia lakukan untuk album keduanya kali ini. Dari sepuluh lagu yang ada, tujuh lagu ia ciptakan sendiri.

Seventeen, salah satu lagu yang ia dedikasikan buat seorang anak, salah satu sahabatnya yang meninggal karena jantung, berhasil merajai tangga lagu musik di Malaysia.

Tak hanya itu, Bleed, lagu yang ditulisnya pada Juli 2004, ia dedikasikan buat mereka yang telah menjadi korban Tsunami yang menyampu kawasan Asia beberapa waktu lalu. “Ini bercerita tentang sebuah harapan yang pecah akibat sebuah tragedi. Saya ciptakan empat bulan sebelum terjadinya tsunami,” terangnya.

[Hey.] memuat sepuluh lagu dalam bahasa Inggris. Pengaruh musik U2, Pink Floyd, Led Zeppelin hingga Collective Soul, diakui Alex memberi warna pada musik kelompoknya. Tak ada lagu dengar irama mendau6dayu seperti yang kerap hadir pada kelompok band Malaysia, yang pernah mampir di ranah musik Indonesia. Setidaknya, STM bisa membuktikan itu.

Barangkali inilah yang menjadi alasan kuat, hingga dua album yang dihadirkan dalam albumnya kali ini, Still The Same dan Light Fades cukup memikat produser rumah produksi Hollywood meminangnya untuk dijadikan soundtrack film The 3rd Doorway yang dibintangi aktor serial televisi CSI Vegas, Gary Dourdan.

“Saya juga akan senang jika kami bisa manggung bareng Peterpan suatu saat nanti,” ujar Alex menutup pembicaraan. (EH)


Komentar bertahan »